文章
  • 文章
扑克

Aroma rempah dari dapur亚齐

2017年10月15日下午3:26发布
2017年10月26日上午9:00更新

Pameran bertema'Aroma Rempah Dari Dapur Aceh'digelar di Museum Aceh,班达亚齐,2017年10月12日至18日。摄影师Habil Razali / Rappler

Pameran bertema'Aroma Rempah Dari Dapur Aceh'digelar di Museum Aceh,班达亚齐,2017年10月12日至18日。摄影师Habil Razali / Rappler

BANDA ACEH,印度尼西亚 - Cita rasa rempah melayarkan ribuan kapal ke nusantara beberapa abad silam。 Harganya tinggi bak emas dan permata。 Namun aromanya menjadi magnet bagi pelaut-pelaut untuk mengarungi samudera。

Tak hanya sekedar penjelajahan,bahkan di antaranya mendatangkan kisah yang suram:tentang penjajahan。 Rasanya yang tak pernah lekang oleh zaman,kini rempah tetaplah bertahan karena kebutuhan。

Nurmala,49 tahun,tampak asik menjelaskan berbagai rempah Aceh kepada wisatawan。 Di Museum Aceh,Banda Aceh,ia bertugas sebagai pemandu。 Kali ini,tugas perempuan berkulit agak hitam itu lebih sibuk dibandingkan hari-hari biasanya。

Wisatawan yang memadati pameran temporer di museum itu membuat Nurmala semakin bersemangat memandu。 Pameran bertema'Aroma Rempah Dari Dapur Aceh'digelar bersamaan peringatan hari museum Indonesia pada 12 Oktober。

Pameran yang memperkenalkan bumbu dan alat masak khas Aceh ini berlangsung 12-18 Oktober 2017. Rempah dan bumbu masak Aceh yang dipamerkan di sana berbagai macam。

Misalnya,Kayu manis。 Rempah untuk memperkaya cita rasa pada masakan ini sangat beraroma,berasa manis dan pedas。 Rempah lain yaitu Jintan。 Rempah beraroma harum dan agak manis ini digunakan sebagai bumbu pada masakan daging。

Kemudian Lada hitam,sebagai pemberi citarasa pedas dan harum pada makanan,ia juga berkhasiat untuk kesehatan。 Selain itu juga terdapat cengkeh,bunga lawang,kemiri dan jeura maneh(adas)。

“Sejak berabad-abad dahulu,laut Aceh merupakan jalur perdagangan internasional,daratannya menjadi tempat transit untuk kapal-kapal yang ingin menuju ke nusantara atau pun wilayah lainnya,”jelas Nurmala,Sabtu 14 Oktober 2017。

Sehingga,kata Nurmala,ketika orang pendatang itu berada di Aceh,mereka mencari rempah-rempah di sini sebagai bumbu dapur dan obat-obatan。

“Pendatang itu lebih banyak mengambil rempah jenis lada dan cengkeh di Aceh,karena keduanya itu selain sebagai bumbu dapur juga berkhasiat untuk obat-obatan,”katanya。

Selain rempah,di pameran tidak tetap itu juga ikut dipamerkan peralatan dapur Aceh。 Di sudut sebuah ruang Museum Aceh,terletak dua buah tungku lengkap dengan kayu bakar serta lampu merah layaknya api。 Periuk tanah berada di atas tungku itu。

Salah satu alat memasak yang ada di Pameran bertema'Aroma Rempah Dari Dapur Aceh'digelar di Museum Aceh,Banda Aceh,2017年10月12日至18日。摄影作品Habil Razali / Rappler

Salah satu alat memasak yang ada di Pameran bertema'Aroma Rempah Dari Dapur Aceh'digelar di Museum Aceh,Banda Aceh,2017年10月12日至18日。摄影作品Habil Razali / Rappler

Menurut Nurmala,dapur Aceh itulah yang paling menarik dan sering ditanya oleh pengunjung。 “Tentang sejarah dapur Aceh,kemudian tatacara memasaknya itu bagaimana,”katanya。

Selain pengunjung lokal,wisatawan Malaysia paling banyak berkunjung ke sana。 Rahasia kelezatan masakan Aceh,ungkap Nurmala,bukan hanya dari bumbunya saja yang khas,tetapi peralatan memasaknya juga sangat berpengaruh。

Seperti menggunakan periuk tanah atau logam。 “Masakan Aceh rasanya sangat berbeda jika dimasak dengan priuk logam,”katanya。

Seorang pengunjung,Jihan Rojana,20 tahun,mengaku pameran temporer rempah Aceh itu sangat bermanfaat baginya。 Pemeran ini dinilai dapat memperkaya pengetahuannya tentang rempah亚齐丹印度尼西亚。

“Berbicara tentang rempah atau bumbu dapur,kita tidak hanya tau bawang dan kunyit.Ternyata di sini banyak rempah-rempah yang dulu tidak tau namanya pun jadi tau,”kata Jihan ditemui Rappler。

Selain itu,ia juga menambahkan bahwa ada beberapa peralatan dapur Aceh yang dipamerkan di sana sudah sangat jarang digunakan。 Bahkan,mungkin anak-anak Aceh saja sudah tidak tau namanya。

“Peralatan dapur zaman dahulu kitakan tidak tau namanya,jadi kalau ada acara seperti ini kita akan mengenalnya lagi,”ujar Jihan。

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh,Reza Pahlevi mengatakan kekayaan rempah-rempah di Aceh lah yang kemudian berhasil menciptakan beragam kuliner lezat di Aceh。

“Jadi dengan kita memperkenalkan kembali pengetahuan rempah-rempah sehari-hari ini,sehingga nantinya mampu kita olah menjadi kuliner dan tidak hilang produk-produk yang kita miliki,”kata Reza。

Selain pameran,juga digelar bazar kuliner,有趣的比赛烹饪,lomba pengetahuan sejarah,membuat kolase,pemilihan rakan博物馆,dan panggung hiburan。

Nikmati liburan akhir tahun ke Aceh dengan dan rasakan kelezatan aroma Rempahnya。

-Rappler.com