文章
  • 文章
扑克

Archipelago Festival:Panggung bagi musisi lokal baru unjuk kebolehan

2017年10月15日下午7:10发布
2017年10月15日下午8:11更新

DISKUSI。 Guruh Soekarno Putra,Ade Paloh,Yockie Suryo Prayogo,dan Mondo Gascaro dalam panel diskusi bertajuk'Pop Indonesia'di Archipelago Festival yang bertempat di Soehanna Hall,Energy Building SCBD pada Sabtu,14 Oktober。 Foto oleh Valerie Dante / Rappler

DISKUSI。 Guruh Soekarno Putra,Ade Paloh,Yockie Suryo Prayogo,dan Mondo Gascaro dalam panel diskusi bertajuk'Pop Indonesia'di Archipelago Festival yang bertempat di Soehanna Hall,Energy Building SCBD pada Sabtu,14 Oktober。 Foto oleh Valerie Dante / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Studoorama dan Sounds from the Corner(SFTC)pada Sabtu,14 Oktober menggelar acara bertajuk“Archipelago Festival”。 Acara ini merupakan konferensi dan festival musik Indonesia yang bertujuan untuk memberi panggung pada musisi-musisi lokal baru agar dikenal masyarakat。

Ada beragam kegiatan selama dua hari festival digelar,mulai dari panel diskusi dengan beragam tema dan penampilan musik di malam harinya。

Di hari pertama,acara dimulai dari pukul 13.00 WIB dengan panel diskusi yang terbagi menjadi dua tempat。 Di Jasmine Hall,berlangsung diskusi mengenai 音乐存档:过去,现在和未来杨berbicara mengenai pentingnya mendokumentasikan penampilan musik dalam era digital。

Sedangkan di Hall utama membahas soal Music Venues:不仅仅是举办演出。 Panel yang menghadirkan Syafwin Bajumi dari Rossi Musik,Abie Borneo dari Borneo Beerhouse,dan Prajna Moerdaya dari JIExpo&Shoemaker Studios ini membicarakan pentingnya 场地 bermusik bagi perkembangan skena musik independen di tanah air。

“Venu itu menjadi tempat bagi band-band untuk berkembang,”ujar Abie。

Selain itu,ketiga pemilik 场地 ini sependapat kurasi musisi adalah hal yang penting sebelum mereka memutuskan band-band baru atau lama dapat bermain di tempat yang mereka sediakan。

Kemudian panel selanjutnya yang bertajuk 唱片公司:The Modern Tastemakers menghadirkan Daffa Andika dari Kolibri Rekords,Kimo Rizky dari Double Deer Records,dan Widi Puradiredja dari Organic Records untuk berbagi pengalaman mereka dalam mengelola label rekaman yang berdiri sendiri dan memiliki selera musik yang berbeda dari umumnya 。

Menurut Widi,sebelum musisi memutuskan untuk menjalin kontrak dengan label tertentu,perlu diketahui kebutuhan dari musisi tersebut dan disesuaikan dengan apa yang dapat diberi oleh label。

“Harus确保artis itu menguntungkan secara bisnis,tidak hanya secara eksistensi。 Harus dipikirkan matang apa yang artis itu punya dan belum punya baru bisa terjawab kebutuhan mereka,“kata dia。

Meski tak dipungkiri时代数字telah mempermuda segalanya,termasuk memproduksi musik sendiri,Daffa berpendapat ada hal-hal yang tidak bisa digapai sendiri dan membutuhkan dukungan dari label rekaman。

“Peran标签itu menjadi 支持系统 musisi。 Harus tahu apa yang perlu diperbaiki,diganti,dan didukung,“ujar Kimo。

Selain itu ada panel diskusi Beyond Jakarta:印度尼西亚的真正的珍宝 yang mengundang narasumber berupa orang-orang 意见领袖 dari lingkungan musik lokal di luar雅加达。 Ketiga narasumber yang hadir mewakili Makassar,Palembang,serta Yogyakarta menjelaskan perkembangan musik lokal di daerah masing-masing dan kesulitan menggapai audiens hingga pulau Jawa。

Eskistensi pop印度尼西亚

Panel spesial pada hari pertama Archipelago Festival bertajuk Pop Indonesia dan menghadirkan legenda musik dalam negeri seperti Guruh Soekarno Putra dan Yockie Surya Prayogo。 Selain itu, 游戏改变者 pop masa kini seperti Ade Paloh dan Mondo Gascaro turut menjadi narasumber dalam sesi diskusi yang ditunggu-tunggu tersebut。

Diskusi dalam panel ini berangkat dari pendapat yang mengatakan bahwa musik pop Indonesia itu sejatinya tidak murni dan mendapatkan pengaruh dari budaya Barat。

Yockie berpendapat musik pop nyatanya merupakan musik yang diapresiasi oleh mayoritas masyarakat dan lahir ketika ada perubahan dari masyarakat tradisi menjadi masyarakat modern。

“Musik pop kebanyakan mewakilkan perasaan anak muda pada saat itu dengan kebebasan berekspresi,”kata dia。

Menurutnya,音乐流行印度尼西亚seharusnya cukup otentik untuk mewakili perasaan masyarakatnya dan memiliki rasa Indonesia yang mendeskripsikan rasa sebagai warga lokal。

Sependapat dengan Yockie,Guruh mengatakan bahwa lagu pop harus menjadi representasi bangsa dan terasa kekhasan Indonesia。 Ciri khas bangsa tersebut dapat ditonjolkan dengan cara menggunakan Bahasa Indonesia sebagai sarana representasi budaya,

Maka bagi musisi Mondo Gascaro,agar musik yang dihasilkan otentik,seorang musisi harus mengerti betul dengan sejarah musik dan budaya bangsa。

Setelah diskusi panel selesai,hari pertama Archipelago Festival ditutup oleh penampilan musik dari band-band lokal seperti Feast,Anomalyst,hingga musisi internasional seperti duo Campfire dan Afrikan Boy yang berasal dari London,Inggris。

Wanita dan bahaya yang masih nyata

Denny Ramadhani(Slank),Dochi Sadega(Pee Wee Gaskins),dan Felix Dass(主持人)dalam diskusi bertajuk'球迷:爱他们,恨他们,将他们货币化?' di acara Archipelago Festival yang bertempat di Jasmine Hall,Energy Building SCBD,Jakarta Selatan,pada Minggu,2017年10月15日。照片oleh Valerie Dante / Rappler

Denny Ramadhani(Slank),Dochi Sadega(Pee Wee Gaskins),dan Felix Dass(主持人)dalam diskusi bertajuk'球迷:爱他们,恨他们,将他们货币化?' di acara Archipelago Festival yang bertempat di Jasmine Hall,Energy Building SCBD,Jakarta Selatan,pada Minggu,2017年10月15日。照片oleh Valerie Dante / Rappler

Sedangkan di hari kedua berlangsungnya Archipelago Festival,salah satu panel menarik bertajuk 女性:当地场景中的性别平等 dan dihadiri oleh Kartika Jahja sebagai penyanyi dan aktivis wanita,Yacko sebagai rapper wanita,dan Hera Mary yang merupakan sutradara dari dokumenter Ini Scene Kami Juga

Selama kurang lebih satu jam panel ini membahas seksisme yang masih ada dan sikap yang cenderung memandang rendah musisi wanita。 “Perempuan itu digambarkan sebagai objek,jadi kayak properti umum,penonton merasa sah-sah saja mau ngapa-ngapain kita,”kata Tika setelah menceritakan pengalaman pelecehan seksual yang kerap ia hadapi di dunia musik。

Saat ditanya mengenai optimisme akan adanya perubahan,Yacko menjawab bahwa harus terus optimis。 Proses yang berjalan pelan dan tidak langsung terlihat hasilnya bagi Yacko,terjadi karena para musisi feminis sedang berusaha mematahkan budaya yang telah tertanam di masyakarat。

Selain itu,小组 粉丝:讨厌他们,爱他们,把他们货币化? mendiskusikan mengenai arti粉丝bagi musisi dan bagaimana memanfaatkan penggemar menjadi sumber pendapatan atau 收入流 bagi para musisi。

Panel diskusi terakhir pada terakhir mengundang Monita Moerdani,品牌Tokopedia的负责人dan Mo Morris,董事总经理dari VICE Indonesia。 Panel tersebut membahas mengenai bagaimana sebuah band melakukan branding kepada target pendengarnya dan cara pandang brand yang ingin memperdagangkan sebuah band。

必须有商业,否则将没有音乐 ,” 杰拉斯莫里斯。

Penampilan dari beberapa musisi seperti Ramayan,Gaung,Medium Rare,Onar,dan Chole Martini menutup rangkaian acara yang telah berlangsung sejak tanggal 14 Oktober kemarin。

- Rappler.com