文章
  • 文章
扑克

Peserta aksi Tamasya Al-Maidah bergerak diam-diam ke雅加达

2017年4月18日下午6:43发布
2017年4月18日下午6:43更新

Petugas polisi di Semarang menggelar apel untuk mencegah peserta aksi Tamasya Al-Maidah bergerak ke Jakarta,Selasa(18/4)。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Petugas polisi di Semarang menggelar apel untuk mencegah peserta aksi Tamasya Al-Maidah bergerak ke Jakarta,Selasa(18/4)。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Nur Soleh terburu-buru mengemas pakaiannya dalam sebuah tas besar,Selasa 2017年4月18日.Saat itu jarum jam sudah menunjuk angka dua siang。 Beberapa temannya sudah menunggu di luar。

Mereka akan ke Jakarta untuk ikut serta mengawasi pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI yang akan digelar Rabu,2017年4月19日。“Saya mau dua hari di sana,”kata Nur saat Rappler bertanya apa tujuannya ke Jakarta。

Hanya selemparan batu dari rumahnya,sebuah minibus sudah menanti,siap siap membawa Nur dan teman-temannya meluncur ke Jakarta。 Ada tiga sampai empat orang dalam bus tersebut。

“Sudah ya Mas.Waktunya mepet,harus secepatnya berangkat,”kata Nur sembari berpamitan。 Sejumlah tetangganya menyebutkan,Nur Soleh bukan kali ini saja berangkat ke Jakarta。

Nur diajak kelompok pengajiannya untuk mengikuti aksi unjuk rasa memprotes sikap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap melecehkan Surat Almaidah 51. Nur ikut aksi sejak November hingga'aksi 212'。

“Ya dia kan sering demo Ahok.Mungkin untuk yang sekarang dia paling banter juga ikut demo lagi,”kata Siti Marifah,tetangga Nur,menjelaskan。 Siti tak tahu siapa yang menanggung akomodasi Nur。

Bergerak senyap menuju Ibukota

Ketua Tim Advokasi Front Pembela Islam(FPI)Jawa Tengah Zainal Abidin Petir mengatakan dirinya tak tahu persis berapa jumlah peserta aksi'Tamasya Al-Maidah'yang berangkat dari Semarang。

Pasalnya,mereka saat ini bergerak secara diam-diam agar tidak tepergok aparat kepolisian。 Ia hanya bisa mengatakan bahwa peserta aksi jumlahnya sangat banyak。

Dari Semarang saja,menurutnya,gelombang pemberangkatan sudah muncul sejak Senin kemarin。 Itu belum termasuk dari Kendal,Demak,Kudus dan sekitarnya。

“Semarang saja sangat banyak yang ikut aksi besok.Apalagi daerah lainnya.Hanya saja kami berangkatnya tidak terbuka kayak dulu,melainkan sendiri-sendiri。Yang penting sampai sana bisa berkumpul dan mengawasi coblosan Pilkada DKI,”kata Zainal。

Ia menuturkan ada beberapa ormas Islam yang mengirimkan anggotanya ke ibukota selain FPI,seperti Hitzbur Tahrir Indonesia(HTI)dan kelompok lainnya yang jadi peserta'Tamasya Almaidah'。

Walau begitu,ia enggan merinci berapa banyak jumlah peserta aksi dari Jawa Tengah。 Pun demikian dengan moda transportasi yang dipakai untuk berangkat。 Ia beralasan keberangkatan peserta tak mau memperkeruh suasana politik yang ada di Indonesia。

“Saya enggak mau bilang ada ribuan atau ratusan.Pokoknya sangat banyak.Saya memohon kepada media jangan lagi memicu kegaduhan.Biarkan kondusif,”jelasnya。

Polisi menunggu di batas kota

Di sisi lain,Rappler memantau di tapal batas kota Semarang,sejumlah aparat kepolisian dan TNI telah memperketat pengawasan untuk mencegah warganya yang ingin mengikuti aksi Tamasya Al-Maidah。

Aparat mempertebal penjagaan sejak kemarin sore dengan menggelar apel siaga di Terminal Bus Mangkang yang berdekatan dengan Kabupaten Kendal。 Apel siaga dilakukan dua kali yakni pagi dan pukul 20:00 WIB malam nanti。

公共汽车AKAP dan mobil-mobil pembawa rombongan dalam jumlah banyak mereka periksa。 Kepala Bagian Operasional Polrestabes Semarang,Ajun Komisaris Besar Iga DP Nugraha,mengatakan personelnya memperketat penjagaan dalam dua sift。

Tiap delapan jam sekali ada 50 personel gabungan yang mengawasi kendaraan roda empat yang kemungkinan mengangkut para peserta aksi Tamasya Almaidah。

“Sejumlah intel Kodim sama Babinsa dan Dalmas sudah bersiaga di terminal.Kita minta agar dilakukan pencegahan secara persuasif.Intinya jangan sampai ke Jakarta,”kata Nugraha。

Sampai saat ini,Nugraha melanjutkan,pihaknya belum menemukan mobil dan bus pengangkut peserta aksi Tamasya Al-Maidah。 “Tapi kita tetap berjaga-jaga untuk mencegah gelombang pemberangkatan dalam jumlah besar。”

-Rappler.com