文章
  • 文章
扑克

Menlu Retno:Kualitas perempuan tidak boleh kalah dari laki-laki

2017年4月21日下午3:33发布
2017年4月21日下午3:33更新

DIPLOMAT PEREMPUAN。 Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan jumlah外交官perempuan di Indonesia baru mencapai 35 persen。 Namun,dia mendorong agar perempuan tidak takut dan siap bersaing dengan kaum laki-laki。 Foto oleh Roslan Rahman /法新社

DIPLOMAT PEREMPUAN。 Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan jumlah外交官perempuan di Indonesia baru mencapai 35 persen。 Namun,dia mendorong agar perempuan tidak takut dan siap bersaing dengan kaum laki-laki。 Foto oleh Roslan Rahman /法新社

印度尼西亚雅加达 - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan jumlah外交官perempuan di Indonesia masih sedikit。 达里数据yang dia miliki jumlahnya baru 35 persen。

Sementara,perempuan yang duduk sebagai pengambil keputusan jumlahnya kurang dari 20 persen。 Menurut mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda itu salah satu penyebabnya lantaran kaum perempuan khawatir ketika menjadi diplomat,dia tidak akan bisa menjalani perannya yang lain di dalam keluarga。 Padahal,kenyataannya tidak selalu seperti itu。

“Saya selalu bilang ke mereka bahwa kita tak perlu memikirkan tantangannya,'suami saya gimana?',mereka pasti akan bangga,”kata Retno ketika menghadiri diskusi bertajuk Lebih dan digelar di kantor Rappler di Go Work,Jakarta Pusat pada Jumat,4月21日。

Tidak ada yang harus dipilih antara keluarga atau karier。 Semuanya bisa dijalankan secara seimbang,namun kuncinya ada di kerja tim。 Retno双关语mencoba mempraktikan apa yang dia sampaikan。 Sebagai ibu dari dua putera,istri dan pemimpin para diplomat dia mencoba membuat berbagai elemen dalam kehidupannya seimbang。

Walau dia berada jauh dari Indonesia untuk bekerja,Retno selalu berusaha meluangkan waktu bagi keluarga untuk berkomunikasi。

“Semuanya tetap bisa dijalani dan tidak harus ada yang dipilih untuk didahulukan,”ujar Retno。

Tantangan lainnya untuk menjadi外交官perempuan yakni harus bisa terlihat menonjol di antara外交官laki-laki。 Oleh sebab itu,kaum perempuan harus berusaha lebih keras。 Retno pun menyanggupi sambil mengatakan“mengapa tidak”。

Dia mencontohkan ketika masih kuliah di Universitas Gadjah Mada,Retno mengaku bukan termasuk mahasiswi yang cerdas。 Tetapi dia tetap bisa meraih nilai yang baik secara akademik,karena mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Norwegia itu tergolong mahasiwa rajin。

Retno juga sepakat dengan poin dari Komisioner Otoritas Jasa Keuangan(OJK),Kusumaningtutti yang membilarakan pentingnya perempuan dalam dunia sosial。 Dia mengatakan kaum hawa memiliki pengaruh besar untuk mengajarkan norma kepada anak-anaknya。

Oleh karena itu,dia ingin para perempuan berani berusaha lebih keras demi menyamai bahkan melampaui kualitas laki-laki。

“Makanya saya selalu menitipkan pesan bahwa perempuan tidak boleh kalah dari laki-laki soal kualitas。 Mereka selalu bilang kalau kita mau mencapai kualitas yang sama,harus ada usaha dua sampai tiga kali lebih besar,tapi ya kenapa tidak? Jika itu yang perlu dilakukan,kejarlah。“

“Kita harus bisa memberdayakan diri sendiri,dan sesama,”kata dia yang disambut tepuk tangan oleh hadirin yang berada di kantor Rappler。 - Rappler.com