文章
  • 文章
扑克

Peringati hari bumi,warga Banjarnegara ikuti节日mandi lumpur

2017年4月22日下午8点24分发布
2017年4月22日下午8:26更新

HARI BUMI。 Warga Banjarnegara membentuk hati dan membawa tulisan“Bumiku”sebagai bentuk peringatan Hari Bumi pada Sabtu,4月22日。 Foto oleh Irma Muflikhah / Rappler

HARI BUMI。 Warga Banjarnegara membentuk hati dan membawa tulisan“Bumiku”sebagai bentuk peringatan Hari Bumi pada Sabtu,4月22日。 Foto oleh Irma Muflikhah / Rappler

BANJARNEGARA,印度尼西亚 - Sebanyak 500 warga di Desa Kalilunjar,kecamatan Banjarmangu,Banjarnegara mengikuti festival mandi lumpur yang diadakan untuk memperingati Hari Bumi yang diperingati pada 4月22日。 Acara itu diikuti secara antusias oleh warga sejak pagi hari di lapangan desa Kalilunjar。

Warga berdiri melingkar di tepi kubangan sambil menanti aba-aba dari panitia untuk memulai mandi。 Warga kemudian bersujud di kubangan lumpur sebagai ucapan rasa yukur atas anugerah bumi dan seisinya。

“Ini adalah inisiatif warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi bumi kita yang semakin merana,”ujar peserta mandi lumpur dari dusun Kaliarus,desa Kaliunjar,Banjarmangu,Khodijah pada Sabtu,4月22日。

Panitia kemudian melemparkan uang koin di tengah-tengah kerumunan peserta。 Mereka saling berdesakan dan saling dorong untuk mendapatkan koin tersebut。 Para peserta tak segan mencari di area penuh tanah liat untuk mengumpulkan koin yang dilempar oleh panitia。

Momen tersebut terlihat cukup seru。 Sebab,masing-masing peserta saling menertawakan kondisi fisik karena wajah dan tubuh dipenuhi lumpur。

Para peserta kemudian diarak melewati jalan provinsi dan dibawa menuju ke komplek wisata Bukit Asmara Situk desa Kalilunjar。 Mereka memikul pot berisi tanaman pucuk merah。 Seribu bibit tanaman itu bakal ditanam di sepanjang jalan desa dan provinsi untuk penghijauan。

Jaga kondisi bumi

CARI KOIN。 Warga Banjarnegara sibuk mencari koin logam di dalam kubangan lumpur yang dilempar oleh panitia。 Ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Mandi Lumpur。 Foto oleh Irma Muflikhah / Rappler

CARI KOIN。 Warga Banjarnegara sibuk mencari koin logam di dalam kubangan lumpur yang dilempar oleh panitia。 Ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Mandi Lumpur。 Foto oleh Irma Muflikhah / Rappler

Khodijah mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut。 Sebab,melalui aksi tersebut publik diingatkan agar tidak lupa menjaga bumi,planet yang mereka huni。

Hari bumi juga menjadi momen yang tepat bagi publik untuk merefleksikan kembali perilaku mereka terhadap bumi。

“Yang terpenting itu bukan kegiatannya,tapi maknanya agar kita bisa lebih sadar terhadap lingkungan,”kata dia。

Kepala Desa Kalilunjar Kecamatan Banjarmangu,Slamet Raharjo mengatakan mandi lumpur bertujuan merekatkan manusia dengan tanah atau bumi。 Penyadaran itu penting karena kondisi tanah di Banjarnegara sebagian besar labil dan rawan longsor。

Kondisi tanah,kata Slamet,akan bergantung pada cara warga memperlakukannya。 Oleh sebab itu,Slamet berharap warga bisa menjaga keseimbangan tanah agar tak memicu longsor。 Beberapa aksi yang bisa dilakukan antara lain menanam pohon,mengikat tanah dan memperbaiki pola tanam yang ramah lingkungan。

“Sebelumnya,warga juga sudah menanam ribuan bibit pohon di pinggir Sungai Merawu untuk mencegah erosi,”kata dia。 - Rappler.com