文章
  • 文章
扑克

Festival Kampung Riung Ria,sodorkan alternatif program menggusur

2017年4月24日下午8点48分发布
2017年4月24日下午8:48更新

DITATA。 Foto yang menggambarkan suasana Kampung Tongkol sebelum(atas)dan sesudah(bawah)ditata。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

DITATA。 Foto yang menggambarkan suasana Kampung Tongkol sebelum(atas)dan sesudah(bawah)ditata。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

印度尼西亚雅加达 - “Ayo,dicobain ini。 Masakan dari Bugis。 Isinya teri nasi dan serutan mangga muda。 Seger。“Sapaan ramah dari para ibu yang meladeni seratusan anak muda itu disambut gembira。 Waktunya makan siang,pada hari Senin,4月24日。

Perut keroncongan,angin sepoi-sepoi di tepi anak kali Ciliwung di kawasan Jalan Lodan membuat terik matahari tak begitu menyiksa。 Acara Festival Kampung Riung Ria Kota Tua dalam rangkaian acara Bhinneka Kota Tua itu melibatkan warga tiga kampung,yaitu Kampung Tongkol,Kampung Lodan dan Kampung Kerapu。

Makan siang bersama dengan menu ala Bugis dan Sunda yang dimasak ibu-ibu warga setempat。 Ada tiga tumpeng kuning lengkap dengan lauk-pauk。

Peserta datang dari kota-kota lain juga,penggiat masyarakat sipil dari Aceh,Pontianak,Surabaya,Semarang,sampai Bogor。

“Kami berkumpul di sini untuk duduk bareng membicarakan masalah perkotaan dan mencari solusinya。 Warga di pinggiran anak kali Ciliwung di sini terbukti bisa menata pemukiman yang tadinya kumuh,menjadi layak huni dan bersih,“kata Andesh,arsitek muda dari Rujak城市研究中心,lembaga yang lebih dari sewindu menggeluti masalah perkotaan。

Pak Salijan,Sekretaris Jenderal Komunitas Anak Kali Ciliwung membuka acara dengan menceritakan berdirinya komunitas yang dia pimpin。 Komunitas tersebut didirikan untuk memberikan usulan kepada pemerintah yang akan menggusur kampung di awal tahun 2015。

“Kami membuat komunitas untuk negosiasi dan memberikan usulan penataan kota。 Dari rencana membebaskan 15米dari pinggir kali,kami usul mundur 5米。 Pemukiman ditata lebih rapi,dibantu teman-teman dari arsitek Sans Frontier。 Sampah tidak lagi dibuang ke kaki tapi dibuat kompos,“kata Salijan。

Pinggiran kali dibuat menghijau dengan beragam tanaman yang bermanfaat bagi warga。 Rumah contoh dibuat dengan memanfaatkan bahan baku bambu karena lebih murah dan ramah lingkungan。 Rumah dibuat bertingkat lantai memanfaatkan lahan sempit。 Hasilnya,Kampung Tongkol jadi lebih nyaman bagi warga。

Sekarang warga menjalankan程序kurangi sampah。 Acara makan siang di festival juga memanfaatkan piring kayu dilapis daun。 Minuman dari tabung galon dan gelas plastik yang bisa digunakan lagi。 Diupayakan tak ada sampah plastik。

Acara Festival Bhinnneka Kota Tua yang diinisiasi Rujak Centre berlangsung dari tanggal 4月23日至29日。 Selain festival kampung tua,panitia menghadirkan acara lain seperti simposium Kampung Kota Kita,riset data kolaboratif,dan ada juga program menyusuri Kali Ciliwung。 - Rappler.com