文章
  • 文章
扑克

Kongres ulama perempuan digelar di Cirebon

2017年4月25日下午12:33发布
2017年4月25日下午1:45更新

Ratusan ulama perempuan menghadiri研讨会Internasional Ulama Perempuan Indonesia di Gedung Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon,Selasa(25/4)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Ratusan ulama perempuan menghadiri研讨会Internasional Ulama Perempuan Indonesia di Gedung Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon,Selasa(25/4)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

CIREBON,印度尼西亚 - Kongres Ulama Perempuan Indonesia(KUPI)menggelar Seminar Internasional Ulama Perempuan di IAIN Syekh NurJati Kota Cirebon,Selasa 2017年4月25日。

“Ada sekitar 500 orang yang mendaftar,sedangkan kapasitas ruangan hanya 250 orang,”kata Rektor IAIN Syekh Nurajati Cirebon,Sumanta,saat memberikan sambutan。

Peserta terdiri dari ulama perempuan,aktivis perempuan,dan peneliti。 Mereka datang dari berbagai negara,seperti肯尼亚,阿富汗,沙特阿拉伯,丹尼日利亚。 在adalah研讨会ulama perempuan pertama di Indonesia,bahkan dunia。

研讨会dibuka oleh Kepala Badan Litbang serta Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Agama Abdurrahman Mas'ud。 Dalam sambutannya,Mas'ud mengatakan ulama perempuan di Indonesia memiliki peran beragam,antara lain dalam dunia intelektual indonesia。

“Ulama perempuan mendorong para santri mencintai Indonesia.Visi kemanusiaan juga banyak digarap perempuan,”kata Mas'ud。

Meski peran perempuan,khususnya ulama perempuan,tercatat dalam sejarah,namun menurut Mas'ud,indeks ketidaksetaraan perempuan di Indonesia masih tinggi。 “Masih terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga(KDRT)dan kekerasan pada perempuan membuktikan hal itu,”ujarnya。

研讨会ini digelar dengan latar belakang masih terjadinya berbagai penolakan bahkan tindak kekerasan terhadap ulama perempuan。 Kongres antara lain akan perumusan fatwa agama tentang isu kontemporer tentang perempuan dan Islam。

“Kami merasa,peta sekali ulama perempuan bisa menjawab tantangan yang ada dan memanfatkan peluang dengan berdasarkan pada pengalaman dari berbagai negara,”ujar KUPI 指导委员会 ,Badriyah Fayumi。

Badriyah berharap,para perempuan yang hadir di acara ini bisa mendapatkan pandasngan positif dan mengaplikasikannya ke negara masing-masing。

“Bisa ada sinergi dengan seluruh peserta di sini,sehingga kaum perempuan bisa berkontribusi terhadap peradaban Islam dan mewujudkan dunia yang bermartabat dan menjunjung keadilan bagi kaum perempuan,”pungkas Badriyah。 -Rappler.com