文章
  • 文章
扑克

Kongres Ulama Perempuan:Poligami bukan berasal dari Islam

2017年4月25日下午6:47发布
2017年4月25日下午6:47更新

研讨会Internasional Ulama Perempuan di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon,Selasa(25/11)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

研讨会Internasional Ulama Perempuan di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon,Selasa(25/11)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

CIREBON,Indonesia - Seminar Internasional Ulama Perempuan Indonesia menghadirkan sejumlah tokoh perempuan,baik dalam maupun luar negeri。 研讨会yang digelar dalam Kongres Ulama Perempuan di Gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon hari ini mengambil tema“Women Ulama,Muslim Communities and State”。

Banyak tema kontrovesial yang dipaparkan para ulama perempuan,salah satu diskusi yang menarik adalah tentang poligami。 Tema ini diangkat oleh Dosen IAIN Yogyakarta Siti Ruhaini Dzuhayatin。 Menurut Siti Ruhaini,poligami bukan berasal dari ajaran伊斯兰教。 Tradisi poligami,menurutnya,telah muncul jauh sebelum Islam hadir。

“Saya mengatakan,poligami bukan ajaran伊斯兰教.Poligami telah muncul jauh sebelum伊斯兰教.Apa杨伊斯兰教lakukan adalah memanusiakan poligami。古兰经justru bertujuan pada monogami,”katanya,Selasa 2017年4月25日。

Poligami,menurut Siti Ruhaini,bukan saja masalah agama,tapi juga sosial。 Ia mencontohkan ada tekanan untuk perempuan single yang hidupnya susah memilih poligami untuk keluar dari tekanan sosial。 “Sekali lagi ini adalah masalah tekanan sosial,karena itu kita perlu bekerja di banyak dimensi untuk mengurangi praktik poligami,”katanya。

Di Indonesia,lanjut Ruhaini,sebetulnya sudah ada Undang-undang No 1 tahun 1974 yang mengatur persyaratan untuk poligami。 Persyaratan itu sangat sulit dilakukan oleh pria yang berniat poligami。 -Rappler.com