文章
  • 文章
扑克

Kongres Ulama Perempuan:Hijab adalah pilihan

2017年4月25日下午7:12发布
2017年4月25日下午7:12更新

Seminar Internasional Ulama Perempuan di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon dihadiri narasumber dari sejumlah negara,Selasa(25/11)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Seminar Internasional Ulama Perempuan di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon dihadiri narasumber dari sejumlah negara,Selasa(25/11)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

C IREBON,印度尼西亚 - Ratusan ulama perempuan dari sejumlah negara menghadiri研讨会Internasional Ulama Perempuan di Gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon,Selasa 2017年4月25日。

研讨会ini digelar sebagai'pemanasan'sebelum dibukanya Kongres Ulama Perempuan。 Banyak tema kontroversial yang dibahas dalam seminar ini,salah satunya tentang polemik hijab。

Seorang pembicara dari卡塔尔大学,Hatoon Al-Fasi,mengungkapkan sejumlah perbedaan dalam mengintepretasikan arti hijab。 Dalam terjemahan bahasa Inggris,ia mencontohkan,hijab berarti harus tertutup dari atas hingga bawah。

“Jadi ini tantangan bagi kami,untuk mengetahui teks dalam bahasa Arab.Dalam hal ini,ada intepretasi dari pihak penerjemah Al Quran,karena ada pandangan tidak perlu tertutup dari atas sampai bawah,”katanya,Selasa 2017年4月25日。

伊斯兰教,Hatoon melanjutkan,memberikan ruang bagi pemeluknya untuk memilih。 Mengenakan hijab,menurutnya,adalah soal pilihan dan bagaimana bertanggung jawab atas pilihan tersebut。

“Saat ini kita(perempuan)diatur bagaimana cara berpakaian,menurut saya,aturan mestinya lebih banyak ditekankan pada nilai-nilai Islam bukan pada cara berpakaian,”jelas Hatoon。

Selain membahas tentang hijab,研讨会ini antara lain juga membahas tentang poligami。 Dosen IAIN Yogyakarta Siti Ruhaini Dzuhayatin mengatakan poligami bukan berasal dari ajaran Islam。 Sebab,tradisi poligami telah muncul jauh sebelum Islam hadir。

Baca:

-Rappler.com