文章
  • 文章
扑克

Jokowi:我喜欢杜特尔特总统

2017年4月28日下午3:15发布
2017年4月28日下午3:15更新

KUNJUNGI印度尼西亚。 Presiden Jokowi mengajak Presiden Rodrigo Duterte untuk menginspeksi pasukan kepresidenan di Istana Negara pada 2016年9月。摄影师Diego Batara / Rappler

KUNJUNGI印度尼西亚。 Presiden Jokowi mengajak Presiden Rodrigo Duterte untuk menginspeksi pasukan kepresidenan di Istana Negara pada 2016年9月。摄影师Diego Batara / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo pada hari ini berangkat ke Manila,Filipina untuk melakukan kunjungan kerja。 Rencananya Jokowi akan bertemu dengan Presiden Rodrigo Duterte yang sudah lebih dulu mengunjunginya pada tahun 2016。

Tidak bisa dipungkiri hubungan kedua negara dari dulu memang sudah dekat。 Baik Filipina dan印度尼西亚sama-sama negara kepulauan。 Lokasi kedua negara pun secara geografis juga dekat。

Kini kedekatan semakin terasa di tingkat para pemimpinnya。 Dalam sebuah wawancara,Jokowi mengaku memiliki kemiripan dengan Duterte。 BACA:

我喜欢杜特尔特总统 Beliau dan saya sama,tidak berasal dari elit politik dan berasal dari pemimpin sebuah kota。 Kalau Duterte dari Davao,maka saya dari Solo。 Jadi,kami memiliki beberapa kemiripan,“ujar Jokowi kepada stasiun televisi ANC dan disiarkan pada Jumat,4月28日。

Mantan Gubernur DKI itu juga mengakui kagum dengan sosok Duterte karena dia pemimpin yang tegas。 Keduanya juga sama-sama disoroti soal kebijakannya yang keras untuk memberantas narkoba。

Jika Jokowi telah melakukan beberapa eksekusi mati bagi terpidana kasus narkotika,Duterte berencana untuk menghidupkan kembali kebijakan tersebut di negaranya。 Namun,kuat dugaan Duterte memilih untuk mengeksekusi orang-orang yang terlibat dalam kasus narkotika tanpa melalui proses peradilan。

“Di Indonesia,40-50 orang meninggal karena narkoba setiap hari。 Ada 4,5 juta orang yang menjadi pecandu narkoba。 Sementara,hukum posiif di Indonesia masih membolehkan dilakukan hukuman mati,“kata dia。

Selama dua tahun terakhir,pemerintahan Jokowi telah mengeksekusi 18 orang yang terkait kasus narkoba。 Angka itu bisa bertambah jika kasus warga Filipina Mary Jane Veloso rampung。

Mary Jane nyaris dieksekusi di tahun 2015.Namun,diurungkan karena orang yang menjebak dirinya bernama Maria Kristina Sergio sudah tertangkap。 Kini Indonesia menanti proses hukum terhadap Maria sebagai tindak lanjut penentuan nasib Mary Jane。

Terkait dengan kasus Mary Jane,Jokowi mengaku menghargai sikap yang dipilih Duterte。 Sebab,jika memang terbukti bersalah,Duterte mempersilakan warganya untuk dieksekusi di Indonesia。 BACA:

Hal itu terungkap ketika dalam pembicaraan双边keduanya di雅加达。 Walaupun kemudian Duterte membantahnya ketika tiba di Filipina。

Resmikan rute pelayaran

Selain berada di Manila untuk bertemu dengan Duterte dan mengikuti KTT ASEAN,Jokowi juga akan bertolak ke Davao City untuk meresmikan pembukaan rute pelayaran laut Roll-on-Roll-off(Ro-Ro)Davao General Santos menuju ke Bitung di Manado。 Diharapkan dengan adanya rute tersebut bisa untuk memajukan perdagangan sub kawasan dan meningkatkan konektivitas baik antara Indonesia-Filipina maupun konektivitas ASEAN。

“Dengan demikian kita bisa memulai integrasi infrastruktur kelautan dan maritim di Asia,”kata Jokowi。

Bahkan,dia tidak menutup kemungkinan dari pembukaan rute tersebut lalu berkembang kepada kerja sama lainnya。 Salah satunya dengan melakukan patroli bersama antara Indonesia dengan Filipina。 Sebab,situasi keamanan di perairan Filipina selatan selama ini diketahui tidak stabil karena keberadaan kelompok militan Abu Sayyaf。

Mereka kerap membajak kapal yang tengah melintas,menculik kru kapal dan meminta uang tebusan agar bisa beroperasi。 Hingga saat ini 7 WNI juga masih disekap oleh kelompok tersebut。

“Bisa jadi(kerja sama ini)dikembangkan menjadi patroli bersama antara Indonesia dan Filipina,kenapa tidak? Ini adalah kerja sama yang kongkrit dan nyata dari Davao menuju ke Bitung,“kata dia。 - Rappler.com