文章
  • 文章
扑克

UNICEF sambut baik hasil kongres ulama perempuan

2017年4月29日下午12:07发布
更新时间:2017年4月29日下午12:07

Ulama wanita asal Arab Saudi Hatoon Al Fassi(kanan)memberikan materi dalam国际妇女研讨会Ulama di Kampus IAIN Syekh Nurjati,Cirebon,Jawa Barat,Selasa(25/4)。 Foto oleh Dedhez Anggara / ANTARA

Ulama wanita asal Arab Saudi Hatoon Al Fassi(kanan)memberikan materi dalam国际妇女研讨会Ulama di Kampus IAIN Syekh Nurjati,Cirebon,Jawa Barat,Selasa(25/4)。 Foto oleh Dedhez Anggara / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak( 联合国儿童基金会 )menyambut白俄罗斯rekomendasi yang dikeluarkan Kongres Ulama Perempuan印度尼西亚tentang batas minimal usia perempuan untuk menikah。

Dalam kongres yang digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamiy Babakan Ciwaringin Cirebon pada 2017年4月25日至27日,para ulama perempuan sepakat 。

Selain itu kongres juga mendesak diubahnya Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974,yang menyatakan perempuan boleh dinikahi jika telah berusia 16 tahun。 Rekomendasi kongres dianggap bisa menghentikan praktek“riskan”perkawinan usia anak。

“Ini adalah momen yang sangat penting bagi upaya mengakhiri perkawinan usia anak di Indonesia,dimana rata-rata lebih dari 3.500 anak perempuan dikawinkan setiap hari,”kata Kepala Perwakilan UNICEF UNICEF Gunilla Olsson dalam keterangan tertulis,Sabtu 2017年4月29日。

Gunilla mengatakan anak perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun menghadapi berbagai risiko yang berbahaya bagi kesehatan,karena kehamilan dini。 Dan sebagian besar dari mereka putus sekolah。

Badan Pusat Statistik(BPS)mencatat 1.348.886 anak perempuan menikah sebelum usia 18 pada tahun 2012.Dari jumlah tersebut,292.663 anak perempuan menikah sebelum usia 16 dan 110.198 sebelum usia 15。

Anak-anak yang menikah dini juga juga tidak menyelesaikan pendidikan menengah enam kali lebih besar dibandingkan mereka yang menikah di usia kemudian,membatasi peluang karier dan keterampilan mereka serta meningkatkan risiko terhadap kekerasan rumah tangga。 “Ketika seorang anak perempuan diberdayakan,semua orang memperoleh manfaatnya。”kata Gunilla。 -Rappler.com