文章
  • 文章
扑克

Harapan warga Kampung Akuarium terhadap Anies-Sandi

2017年4月29日下午6:40发布
2017年4月29日下午6:40更新

DIGUSUR。 Salah satu warga Kampung Akuarium,Ade yang memilih untuk tinggal di tenda pengungsian usai rumahnya digusur oleh Pemprov DKI pada 2016年4月11日。摄影oleh Rika Kurniawati / Rappler

DIGUSUR。 Salah satu warga Kampung Akuarium,Ade yang memilih untuk tinggal di tenda pengungsian usai rumahnya digusur oleh Pemprov DKI pada 2016年4月11日。摄影oleh Rika Kurniawati / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Warga Kampung Akuarium baru saja memperingati satu tahun rumah mereka digusur oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama。 Bagi sebagian besar warga peristiwa satu tahun lalu masih meninggalkan trauma。

Walau sudah disediakan rumah susun sebagai pengganti tempat tinggal mereka yang digusur,namun tak semua warga bersedia pindah ke sana。 Ketua RW 4 Kampung Akuarium,M Asfah mengatakan sebanyak 362 jiwa masih bertahan di Posko Masjid Jami'Keramat Luar Batang。

“Kebanyakan mereka adalah ibu-ibu dan anak-anak。 Sedangkan suaminya ada yang tidak sedang tinggal di Jakarta,namun ada juga yang sedang mencari tempat tinggal,“ujar Asfah di Jakarta。

Pada bulan Mei 2016,tepatnya satu bulan setelah digusur, 。 Salah satu warga bernama Musdalifah mengatakan warga enggan direlokasi ke rumah susun,

“Keadaan warga di sini sangat menyedihkan,apalagi banyak anak-anak yang lagi sekolah,ujian,mereka harus belajar dengan keadaan seperti ini。 Apalagi sebentar lagi puasa,“ujar Musdalifah,hampir setahun yang lalu。

Namun,saat Rappler menemuinya kembali pada saat pencoblosan Pilkada DKI putaran kedua pada 4月19日,Musdalifah sudah menjadi relawan Anies-Sandi。 Dia terlihat mengenakan kaus bergambar pasangan cagub dan cawagub nomor urut tiga itu。

“Saya bertanggung-jawab di daerah Penjaringan ini。 Hal yang saya kampanyekan terkait sikap Anies-Sandi tentang penggusuran,anti reklamasi。 Lalu juga meyakinkan mereka kalau KJP bakal terus ada。 Pokoknya Anies-Sandi berpihak pada rakyat kecil,“kata Musdalifah yang ditemui di Rappler pada saat tengah memantau TPS 16 Penjaringan,Jakarta Utara。

Selain di TPS 16,warga Kampung Akuarium juga mencoblos di TPS 17 Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara。 Besarnya rasa trauma saat digusur oleh pemerintahan Ahok-Djarot memberikan keuntungan bagi paslon lawan。 Terbukti,di kedua TPS itu,Anie-Sandi unggul dari paslon Ahok-Djarot。

Dari 464 suara yang diperebutkan,Anies-Sandi memperoleh 333 suara di TPS 16. Sedangkan di TPS 17,Anies mendapat 297 suara。 Sedangkan paslon Ahok-Djarot hanya dapat 54 suara。 Selisih yang sangat jauh。

Tunggu realisasi janji

SISA BANGUNAN。 Tenda pengungsian berdiri di antara bekas rumah yang digusur oleh Pemprov DKI pada 2016年4月11日。摄影oleh Rika Kurniawati / Rappler

SISA BANGUNAN。 Tenda pengungsian berdiri di antara bekas rumah yang digusur oleh Pemprov DKI pada 2016年4月11日。摄影oleh Rika Kurniawati / Rappler

Kemenangan paslon Anies-Sandi disambut secara suka cita oleh para warga di Kampung Akuarium。 Warga berharap kehidupan mereka bisa berubah lebih baik usai dipimpin oleh gubernur baru。

Ade,warga Kampung Akuarium lainnya mengaku hidupnya lebih sulit setelah penggusuran。 Dahulu,dia berjualan nasi ulam dengan gerobak。

Sementara,gerobak杨jadi andalan untuk berjualan rusak saat penggusuran paksa 2016年4月11日.Kini dia hanya bekerja serabutan。

“Tolong sesuaikan dengan tanda tangan,dengan perjanjian sama anak yatim piatu,sama perjanjian sama orang yang miskin。 Selesaikanlah perjanjian itu,Pak Anies。 Supaya。 istilahnya,masyarakat ini jangan terlunta-lunta atau jangan berpisah kaya gini,“ujar Ade usai memberikan hak suaranya di TPS 16 pada 4月19日。

Dia melanjutkan harapannya agar rumah dia yang sempat digusur dibangun kembali di Kampung Akuarium。

Lain lagi dengan cerita Komariah。 Dia sudah ikut pindah ke Rumah Susun Sewa Marunda。 Tetapi,dia masih berharap bisa kembali ke Kampung Akuarium。

“Dulu saya punya kontrakan di sini。 Uang sewa kontrakan ya dipake buat hidup sehari-hari。 Sekarang saya cuma buka warung kecil-kecilan di rusun。 Untungnya sedikit sekali,“kata dia。

Selain karena faktor ekonomi,Komariah juga ternyata masih memiliki ikatan emosional dengan Kampung Akuarium。 Dia mengaku ingin berkumpul kembali dengan para tetangganya。

“Seneng banget Pak Anies menang(di penghitungan cepat),biar hidup kami lebih baik,berkumpul lagi dengan tetangga kami yang dulu,”kata Komariah dan Dina。 - Rappler.com