文章
  • 文章
扑克

Kajian Felix Siauw di Malang dibubarkan

2017年4月30日下午10:22发布
2017年4月30日下午10:23更新

DIBUBARKAN。 Kajian Felix Siauw di Malang dibubarkan oleh polisi。 Polres Kota Malang mengatakan kajian tersebut tidak mengantongi izin。 Foto diambil dari akun @UstadFelixSiauw

DIBUBARKAN。 Kajian Felix Siauw di Malang dibubarkan oleh polisi。 Polres Kota Malang mengatakan kajian tersebut tidak mengantongi izin。 Foto diambil dari akun @UstadFelixSiauw

MALANG,印度尼西亚 - Ustadz Felix Siauw melalui akun media sosial menyampaikan kepada publik acara kajian Islam yang diselenggarakan di Malang telah dibubarkan polisi。 Dia menjelaskan mengenai pembubaran acara itu melalui sebuah video berdurasi 11 menit dan 46 detik dan diunggah pada Minggu,4月30日。

Dia menjelaskan tiba di Malang sejak Sabtu,4月29日dan dijadwalkan menggelar acara kajian yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang pada Minggu,4月30日。

“Tiba-tiba pada tanggal 4月29日dibatalkan oleh Rektor.Tak ada penjelasan alasan pembatalan,”ujar Felix melalui video tersebut。

Namun dia mengaku memiliki bukti dan percakapan orang tertentu yang mempengaruhi kebijakan kampus。 Setelah dibatalkan,panitia yang berasal dari kalangan mahasiswa ini mencari tempat alternatif。

Kajian Felix berjudul“Cinta Mulia”itu kemudian dipindahkan ke sebuah hotel di Malang。 Kajian itu,katanya,merupakan panduan pergaulan bagi remaja。 Tujuannya,agar saat masih remaja,mereka menggunakan waktu secara positif dan melawan degradasi moral,zinah dan tawuran。

“Sesuai buku yang saya tulis judulnya'Udah Putusin Aja,”kata dia。

Acara dimulai pukul 08:00 WIB dan Felix sudah sempat memberikan ceramah selama satu jam。 Tetapi,tiba-tiba pengelola hotel meminta agar kajian itu dibubarkan。 Alasannya,tidak memperoleh izin dari pihak kepolisian。

“Ada sekitar 10 sampai 20 personel(polisi)datang membubarkan。 Panitia meminta saya memimpin doa untuk menutup acara tapi polisi meminta tak perlu ada doa dan langsung dibubarkan,“kata dia。

Felix sempat mendampingi panitia yang dimintai keterangan polisi di Markas Kepolisian Resor Kota Malang。

“Polisi dapat tekanan dari ormas terkenal yang sering membubarkan pengajian dan terlibat dalam penistaan​​ agama,”tutur Felix。

Dia kemudian menanyakan hukum yang berlaku di Indonesia。 Seolah-olah,katanya,印度尼西亚bukan negara hukum。 Malah seolah hukum rimba yang berlaku。

“Siapa yang kuat dan siapa banyak,bisa menyetir segalanya.Tidak boleh ada kelompok yang memaksakan ke kelompok lain.Ini jadi preseden buruk,”ujarnya。

Dalam video itu,Felix juga mengklarifikasi dirinya tidak mungkin melakukan tindak kekerasan,karena dia mencintai perdamaian dan tidak ingin ada adu domba。

“Tak mungkin melawan pihak berwenang.Seharusnya hukum di atas segala-galanya,”kata dia。

Dia menegaskan akan tetap melanjutkan dakwah。 Dakwah tidak akan pernah surut dan tidak akan berhenti。

Berikut视频penjelasan lengkap Felix:

Tak memiliki izin

Sementara,Kepala Kepolisian Resor Kota Malang AKB Hoiruddin Hasibuan menegaskan polisi tak membubarkan kajian。 Namun,hanya menyampaikan kepada manajemen hotel mengenai izin yang harus dipenuhi dalam mengumpulkan masyarakat。

“Pertemuan(masyarakat)ada aturan mainnya,”ujar Hoiruddin。

Selain itu,polisi menerima informasi akan ada pihak yang bakal membubarkan acara yang semula akan diselenggarakan di Universitas Brawijaya Malang。 Polisi,katanya,mengamankan supaya tidak terjadi permasalahan yang lebih meluas。

“Kasat Intel ke sana menyampaikan soal aturan dan berdiskusi dengan pihak hotel,”kata dia lagi。

Sementara Rektor Universitas Brawijaya Malang,Mohamad Bisri,tak menjawab pesan pendek yang dikirim Rappler untuk meminta klarifikasi。 Begitu juga dengan juru bicara Universitas Brawijaya Malang。 - Rappler.com