文章
  • 文章
扑克

Menkominfo:“Berita hoax itu sudah menjadi isu global”

2017年5月2日下午2:14发布
2017年5月2日下午2:15更新

Menkominfo Rudiantara(kiri)didampingi助理总干事联合国教科文组织Frank La Rue(kanan)成员世界新闻自由日(WPFD)2017年雅加达会议中心,雅加达,Selasa(2/5)。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

Menkominfo Rudiantara(kiri)didampingi助理总干事联合国教科文组织Frank La Rue(kanan)成员世界新闻自由日(WPFD)2017年雅加达会议中心,雅加达,Selasa(2/5)。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berita palsu atau hoax bukan hanya persoalan dalam negeri,tapi juga dialami sejumlah negara lain。

“Berita hoax itu sudah menjadi isu global.Saya baca berita jubir Kemenlu Rusia mendesak PBB membuat strategi melawan berita palsu,”ujar Rudiantara dalam acara World Press Freedom Day 2017 di Jakarta,Selasa 2 Mei 2017。

Rudiantara mengatakan saat ini semua pihak di Indonesia sudah mulai bergerak menentang hoax dengan cara deklarasi masyarakat antihoax。 Pewarta pada pekan lalu juga telah meluncurkan Jaringan Wartawan Antihoax(Jawarah)。

Selain itu Menkominfo juga meminta media arus utama membantu menyaring berita palsu dengan melakukan verifikasi dan klarifikasi karena hoax muncul sebagian besar dari media sosial。

“Hoax muncul kebanyakan dari media sosial,bagi mereka yang penting kecepatan,akurasi bukan nomor satu.Jadi kami berharap pada media media mainuk membantu menyaring,”ucap dia。

Selain media arus utama,Menkominfo melanjutkan,sejumlah pengguna media sosial dengan jumlah pengikut yang banyak juga telah mulai melawan berita palsu。

Pemerintah pun telah melawan kabar palsu dengan membuat Undang Undang ITE,memblokir situs-situs yang memuat perjudian,penipuan juga isu SARA,tetapi usaha tersebut tak akan cukup jika tidak dibarengi oleh peran serta masyarakat dan para pegiat jurnalistik itu sendiri。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com