文章
  • 文章
扑克

Menteri Siti dan Menteri Ulla dari丹麦cek sampah pantai

发布时间2017年5月3日上午7:42
更新时间:2017年5月3日下午12:03

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK)Siti Nurbaya dan Menteri Kerjasama Pembangunan DenmarkUllaTørnÃ| meneken kerjasama penanganan sampah di Pantai Utara Jakarta,Selasa(2/5)。 Foto oleh LHK。

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK)Siti Nurbaya dan Menteri Kerjasama Pembangunan DenmarkUllaTørnÃ| meneken kerjasama penanganan sampah di Pantai Utara Jakarta,Selasa(2/5)。 Foto oleh LHK。

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK)Siti Nurbaya bersama Menteri Kerjasama Pembangunan丹麦,UllaTørnæs,mengecek kondisi sampah pantai di Pantai Utara雅加达,Selasa 2 Mei 2017。

Kedua menteri yang didampingi Dutabesar Denmark untuk Indonesia,Casper Klynge,berangkat dari Pelabuhan Muara Angke dengan mengendarai kapal motor,mengitari kawasan itu。 Menteri Siti dan Menteri Ulla memilih duduk di buritan kapal agar dapat melihat dengan jelas kondisi yang ada。

Menurut Menteri Siti,tingkat ketercemaran laut di pantai utara DKI ini tergolong berat。 Hasil pengamatan bersama Menteri Ulla,di beberapa titik masih dijumpai sampah mengapung di permukaan laut。 Warna air laut pun sangat keruh dan kotor。

“Kita dapat membayangkan,betapa besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan sampah dan air,”kata Siti Nurbaya kepada Ulla dan delegasi Denmark lainnya。

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Kerjasama Pembangunan丹麦Ulla Torsen,didampingi Dubes丹麦Casper Klynge mengecek situasi sampah di Pantai Utara Jakarta(2/5)。 Foto oleh LHK。

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Kerjasama Pembangunan丹麦Ulla Torsen,didampingi Dubes丹麦Casper Klynge mengecek situasi sampah di Pantai Utara Jakarta(2/5)。 Foto oleh LHK。

Menurut数据nasional dan profil dasar limbah padat,produksi sampah di Indonesia saat ini mencapai 64 juta ton per tahun。 Tahun 2025,pemerintah menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen atau 20,9 juta ton / tahun。 Sedangkan目标penanganan sampah sebesar 70 persen atau 49,9 juta ton / tahun。

Komposisi sampah di Indonesia terbagi menjadi organik 60 persen,plastik 15 persen,kertas 10 persen,dan lainnya(metal,kaca,kain,kulit)15 persen。 Dengan kondisi tersebut,Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menghasilkan energi dari sektor sampah。

Bertempat di Museum Bahari,Jakarta,pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Denmark sepakat bekerjasama untuk mengatasi masalah sampah dan air。 Melalui意向书(LoI)antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan印度尼西亚dengan Kementerian Luar Negeri丹麦yang juga mewakili Kementerian Lingkungan dan Pangan dilakukan untuk kolaborasi untuk pengelolaan sampah dan air。

Loi diharapkan menjadi tanda dimulainya pola kerjasama baru antara kedua negara dalam bidang pengelolaan sampah dan air。 丹麦juga akan mengalokasikan dana 1 juta DKK untuk mendukung kegiatan,melalui 分享最佳实践 dan inovasi。

Pemerintah印度尼西亚terbuka dengan segala investasi untuk keperluan dan kepentingan印度尼西亚termasuk pengelolaan sampah。 “Presiden menegaskan berkali-kali bahwa sampah adalah problem bagi kita,kalau sampah bisa menjadi resources ,sumberdaya dan ada investornya yang baik,kita welcome ,”kata Menteri Siti.Saat ini,Denmark telah mampu mendaur ulang sampahnya hingga 70 persen,dan mengubahnya menjadi是Energi。

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Kerjasama Pembangunan丹麦Ulla Torsen,didampingi Dubes丹麦Casper Klynge mengecek situasi sampah di Pantai Utara Jakarta(2/5)。 Foto oleh LHK

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Kerjasama Pembangunan丹麦Ulla Torsen,didampingi Dubes丹麦Casper Klynge mengecek situasi sampah di Pantai Utara Jakarta(2/5)。 Foto oleh LHK

Bentuk kerjasama yang akan dilakukan adalah政府对政府(G2G)合作,dimana akan ada pakar dari丹麦yang ditugaskan di Indonesia。 Rencananya,pakar tersebut akan mulai bekerja di Indonesia bulan Juli 2017 mendatang。

“Tujuan kerjasama ini adalah transfer teknologi dan pengetahuan,juga berkontribusi mengembangkan solusi pengelolaan sampah dan air,”ujar Menteri Ulla.-Rappler.com