文章
  • 文章
扑克

Cak Budi akhirnya jual mobil dan ponsel pintar untuk donasi

发布时间2017年5月3日上午9:02
更新时间:2017年5月3日上午9:02

DONASI。 Cak Budi(kanan dan mengenakan kopiyah)menunjukan bantuan donasi yang akan disalurkan ke publik pada Selasa,2 Mei di rumahnya。 Foto oleh Eko Widianto / Rappler

DONASI。 Cak Budi(kanan dan mengenakan kopiyah)menunjukan bantuan donasi yang akan disalurkan ke publik pada Selasa,2 Mei di rumahnya。 Foto oleh Eko Widianto / Rappler

MALANG,印度尼西亚 - Pegiat sosial Budi Utomo akhirnya menjual mobil Toyota Fortuner dan ponsel pintar iPhone 7 yang sempat menjadi perbincangan publik。 网友menduga kedua benda itu dibeli dengan menggunakan dana donasi yang masuk melalui laman Cak Budi di kitabisa.com。

Pria yang akrab disapa Cak Budi itu menyebut jika mobil Toyota Fortuner sudah laku sekitar Rp 400 juta。 Sementara,saat itu dia membeli dengan harga sekitar Rp 500 an juta。

Ponsel pintar iPhone 7 sedang dalam proses penjualan。 Hasil penjualan barang-barang itu akan diberikan seluruhnya ke lembaga amal berskala nasional yang terpercaya seperti Dompet Dhuafa atau Aksi Cepat Tanggap(ACT)。 Cak Budi mengakui memang membeli kedua benda itu dari donasi warga。 Tetapi,mobil dan ponsel digunakan semata-mata untuk mempermudah kerjanya dalam menyalurkan donasi。

“丰田Fortuner dibeli Desember 2016 dan dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan agar bergerak cepat。 Terutama ketika harus menjangkau daerah bermedan berat,“ujar Cak Budi yang ditemui di rumahnya di Kabupaten Malang pada Selasa,2 Mei。

Sementara,iPhone 7 digunakan untuk menyimpan video yang menggambarkan penyaluran donasi kepada warga yang membutuhkan。

“Jadi,bukan untuk kemewahan sendiri。 Saya tukar tambah,ponsel lama saya jual,“katanya yang juga mengakui bahwa pembelian kedua benda itu tidak disampaikan ke publik。

Sementara,untuk aktivitasnya sehari-hari,dia menggunakan mobil Toyota Innova miliknya sendiri。 Cak Budi mengaku memperoleh hikmah yang besar dari peristiwa ini。 Alhasil,laman Cak Budi di kitabisa dihapus dan isi rekeningnya dikosongkan。

“Rekening Cak Budi sudah nol dan disalurkan ke ACT,”kata dia。

Sebagai bukti,dia mengunggah foto di akun Instagramnya bukti penyaluran donasi yang dikumpulkan dari masyarakat ke organisasi ACT。 Dia membuat rincian sebanyak Rp 814 juta diperoleh dari penggalangan dana kitabisa.com,rekening pribadi Rp 560 juta dan hasil penjualan mobil Toyota Fortuner Rp 400 juta。

Cak Budi(@cakbudi_)分享的帖子

Cak Budi mengatakan yang menyumbang melalui rekening pribadinya dan kitabisa.com datang dari berbagai kalangan,termasuk publik figur。 Setiap捐赠者rata-rata menyumbangkan donasi antara Rp 1 juta hingga Rp 50 juta。 Sebagian besar namanya tidak mau disebut。

Khilaf

Cak Budi mengakui khilaf karena selama ini tidak mencatat pembukuan penyaluran donasinya。 Dia hanya menampilkan foto dan video kegiatan serta penyaluran bantuan。

“Ini kesalahan saya,saya khilaf。 Tidak ada pembukuan(penyaluran dana donasi),“ujar Cak Budi。

Kendati begitu,dia tetap akan melakukan kegiatan sosial dengan dana pribadi seperti yang selama ini sudah dilakukannya。 Hasil keuntungan dari usaha ekspedisi disisihkan untuk kegiatan sosial。 Selain itu,dia juga mendonasikan hasil penjualan buku yang ditulisnya bersama tim“Suami Istri Bahagia”。

Penggalangan dana dilakukan sejak enam bulan terakhir。 Aktivitas itu,kata Cak Budi,dia lakoni karena panggilan untuk berharap ridho Allah。 Dia menampik juga berharap menuai pujian dari aktivitasnya itu。

Tak lapor ke polisi

Cak Budi mengatakan sudah menggeluti aktivitas sosial sejak lama,bahkan ketika belum banyak media yang mempublikasikannya。 Sejak setahun lalu,dia mulai mengunggah kegiatan sosial melalui instagram dan banyak yang terinspirasi。 Sebagian menyalurkan bantuan melalui rekening pribadinya。

“Mereka menitipkan uang untuk menyalurkan dana.Masa ditolak,”kata dia。

Terkait dengan dugaan penyebaran isu dirinya menyelewengkan dana yang disampaikan melalui media sosial,Cak Budi menilai ada yang iri dengan aktivitasnya tersebut。 Apalagi selama ini视频dan foto yang diunggah病毒di媒体sosial。 Bahkan媒体arus utama dan pejabat pemerintah juga mengetahui目标
杨迪班图

“Setelah病毒,媒体dan pejabat meliput dan menyalurkan bantuan,”ujarnya。

Dia mengaku sudah menelusuri tiga akun yang menyerang dan merisaknya di media sosial。 Tetapi,Cak Budi mengaku tidak akan melaporkan pemilik akun itu。 Perkara ini,katanya,menjadi pembelajaran untuk menapaki aktivitas sosialnya。

“Saya doakan baik.Meski saya dizalimi,”katanya。

Justru setelah dirisak di media sosial,Cak Budi mengaku teman-teman dan para donatur justru semakin mendukungnya。 Bahkan,dia mendapat hadiah umrah pada bulan Mei。

Sulistyono,teman Cak Budi sejak kecil mengakui
dia berjiwa dermawan sejak remaja。 Sehingga dia menyayangkan banyak yang merisaknya di media sosial。

“Saya saksinya,dia sering membantu orang sejak lama,”ujar Sulistyono。

Sulistyono yang juga menjadi relawan Cak Budi ini bekerja bersama sebagai pengemudi truk。 Bahkan Cak Budi tak jarang pulang dengan tangan hampa,semua uang disalurkan ke orang yang membutuhkan。 - Rappler.com