文章
  • 文章
扑克

Polda Jateng:Informasi pelajar yang tewas dalam aksi tawuran di Klaten adalah hoax

2017年5月3日下午8:17发布
更新时间:2017年5月3日下午8:17

雅加达,印度尼西亚 - Kepolisian memastikan informasi tawuran antar pelajar yang menelan korban jiwa di media sosial adalah hoax别名tidak benar。 Aksi tawuran antar pelajar memang terjadi di Jalan Merbabu,Klaten,pada Selasa,2 Mei,tapi tidak ada yang meninggal。

“Tidak ada yang meninggal dunia。 Cuma,ada siswa luka berat tiga dan lima orang yang mengalami luka ringan,“ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah,Djarot Padavoka ​​ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Rabu,3 Mei。

Menurut Djarot,aksi tawuran antar pelajar itu terjadi secara spontan。 Ada dua kelompok yang bertemu di satu titik,yaitu siswa dari Yogyakarta dan Klaten。

“Mereka lagi konvoi,euforia,merayakan kelulusan。 Terjadi adu mulut,cekcok,langsung terjadi(tawuran),“kata dia。

Sementara,Kapolres Klaten AKBP Muhammad Darwis mengaku ikut memantau perkembangan informasi tawuran antar pelajar di media sosial。 Menurutnya,gambar-gambar tersebut bukan berasal dari TKP di Klaten,melainkan aksi tawuran antar pelajar di Bogor tahun 2015 lalu。

“Yang benar itu ada tiga orang luka berat,yaitu di tangan,punggung,dan luka kepala。 Luka ringan lima orang dan semuanya sudah pulang。 Tidak ada yang diopname,“kata Darwis yang juga dikonfirmasi melalui telepon。

Dia menjelaskan awal mula tawuran itu terjadi dari kelompok pelajar dari Yogyakarta yang masuk ke daerah Klaten lewat jalur alternatif。 Jalur tersebut,kata dia,memang tidak ada penjagaan dari polisi。

“Kami memang sudah atensikan pengamanan pada kelulusan ini,”tuturnya。

Kemudian,kedua pihak saling mengadu desingan gas motor。 Aksi itu berlanjut dengan saling ejek yang berujung pada baku pukul。

“Kemarin,kami mengamankan 136 pelajar.Sekarang kami fokuskan 15 orang,”katanya sambil menyebut 15 pelajar itu merupakan pelajar Yogyakarta。

Dia menambahkan,satu di antara 15 pelajar sudah ditetapkan sebagai tersangka。 Pelajar tersebut kini mendekam di Mapolres Klaten。

“Saat ini masih didalami(tersangka lainnya).Karena ada informasi juga pelajar-pelajar ini sebelumnya saling kenal.Kami masih pelajari,tim masih di luar semua.Yang pasti tersangka baru yang lain masih dikembangkan,”katanya。 - Rappler.com