文章
  • 文章
扑克

Belajar dari kasus penggalangan dana publik Cak Budi

发布时间2017年5月4日上午8:01
更新时间:2017年5月4日上午8:01

DONASI。 Cak Budi(kanan dan mengenakan kopiyah)menunjukan bantuan donasi yang akan disalurkan ke publik pada Selasa,2 Mei di rumahnya。 Foto oleh Eko Widianto / Rappler

DONASI。 Cak Budi(kanan dan mengenakan kopiyah)menunjukan bantuan donasi yang akan disalurkan ke publik pada Selasa,2 Mei di rumahnya。 Foto oleh Eko Widianto / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Polemik pembelian mobil Toyota Fortuner dan iPhone 7 oleh pegiat sosial Budi Utomo dianggap telah mencederai kepercayaan publik。 Betapa tidak,dua benda itu dibeli menggunakan donasi publik tanpa pemberitahuan。

丰田Fortuner dibeli pada 2016年12月,sedangkan ponsel pintar itu diperoleh pada tahun ini。 Pembelian dua benda mewah tersebut diketahui ketika sebuah akun Instagram mengunggah laporan keuangan Cak Budi。

Kepada publik,Cak Budi menjelaskan kedua benda itu dibelinya untuk mendukung aktivitasnya dalam mendistribusikan donasi。

“丰田Fortuner dibeli Desember 2016 dan dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan agar bisa bergerak cepat。 Terutama ketika harus menjangkau daerah bermedan berat,“ujar Cak Budi yang ditemui di rumahnya di Kabupaten Malang pada Selasa,2 Mei。

Sementara,iPhone 7 digunakan untuk menyimpan video yang menggambarkan penyaluran donasi kepada warga yang membutuhkan。

Dia menegaskan tidak memiliki niat buruk dengan membeli kedua benda itu。 Walaupun dia mengakui pembelian tersebut menggunakan dana publik yang masuk ke lamannya di kitabisa.com。

Cak Budi kemudian karena sudah membeli kedua benda tersebut tanpa menginformasikan kepada masyarakat dan mencatat dalam pembukuan dana yang sudah dia distribusikan。 Dia juga menjual dua benda itu dan uang hasil penjualannya didonasikan ke lembaga Aksi Cepat Tanggap(ACT)。

Cak Budi(@cakbudi_)分享的帖子

menyoroti ada beberapa aspek atau ketentuan hukum yang tidak diperhatikan oleh Cak Budi:

  • Penggunaan rekening pribadi yang rentan terhadap bercampurnya sumbangan dengan dana dan transaksi pribadi,serta menyulitkan untuk dikontrol dan diawasi publik
  • Pengelola tidak pernah menyampaikan penggunaan sumbangan untuk pembelian mobil dan ponsel。 Yang bersangkutan baru menginformasikannya setelah dipersoalkan publik
  • Penggunaan dana operarasional yang kurang tepat,baik dari segi jumlah dan peruntukannya。 Menggunakan dana sumbangan dalam jumlah besar dan digunakan untuk pembelian mobil dan ponsel yang dikategorikan“mewah”dinilai tidak etis dan bertentangan dengan peraturan yang berlaku。
  • Penggunaan sumbangan yang tidak sesuai dengan program atau kegiatan yang dipromosikan。 Sumbangan sosial yang didedikasikan untuk program atau kegiatan sosial tertentu,tidak boleh dipergunakan atau dialihkan untuk pembelian mobil atau ponsel。 Kalau ada perubahan alokasi maka harus dilakukan dengan izin dan persetujuan para donatur。
  • Jika penggalangan sumbangan itu menyasar masyarakat secara luas dan melibatkan dana sampai ratusan juta rupiah,maka harus mengantongi izin dari instansi terkait agar bisa dikontrol dan dikendalikan。

Belajar dari kasus tersebut,Filantropi Indonesia merekomendasikan beberapa hal yang harus dipatuhi oleh individu,komunitas dan lembaga penggalangan sumbangan agar kasus serupa tidak terulang:

  • Penggalang sumbangan hendaknya memperhatikan dan mematuhi peraturan terkait sumbangan dan kode etik filantropi yang tertuang di dalam UU nomor 9 tahun 1961 tentang pengumpulan uang dan barang。 Aturan lainnya yaitu PP提名人29 tahun 1980 tentang pelaksanaan pengumpulan sumbangan,kode etik filantropi Indonesia,kode etik filantropi media massa。
  • Penggalang sumbangan hendaknya tidak menggunakan rekening pribadi,melainkan rekening khusus sumbangan。 Jika individu dan komunitas tidak memiliki rekening khusus,maka mereka bisa bekerja sama dengan lembaga filantropi atau nirlaba yang memiliki rekening khusus sumbangan agar kegiatannya terjamin dan tak melanggar peraturan yang berlaku。
  • Penggalang sumbangan hendaknya memperhatikan kapasitas diri dan organisasinya tidak memaksakan diri mengelola sumbangan dalam jumlah besar。

Sementara,kepada publik,Filantropi印度尼西亚mengimbau琼脂mereka lebih peka,selektif dan kritis dalam menyalurkan sumbangan。 - Rappler.com