文章
  • 文章
扑克

Jokowi:媒体bantu membentuk demokrasi yang lebih dinamis

2017年5月4日下午1:36发布
2017年5月4日下午1:36更新

WPFD 2017. Presiden Joko Widodo memberikan pidato ketika menghadiri acara penyerahan penghargaan UNESCO / Guillermo Cano World Press Freedom Prize 2017 dalam World Press Freedom Day(WPFD)2017 di Jakarta Convention Center,Jakarta,Rabu,3 Mei。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

WPFD 2017. Presiden Joko Widodo memberikan pidato ketika menghadiri acara penyerahan penghargaan UNESCO / Guillermo Cano World Press Freedom Prize 2017 dalam World Press Freedom Day(WPFD)2017 di Jakarta Convention Center,Jakarta,Rabu,3 Mei。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - “Selamat datang di Indonesia,rumah bagi jurnalisme yang paling terbuka dan paling bersemangat di dunia”。 Itu lah kalimat pertama yang disampaikan oleh Presiden Joko“Jokowi”Widodo ketika menutup peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia(WPFD)2017 di Jakarta pada Rabu malam,3 Mei。

Walau pernyataan itu masih bisa didebatkan,karena pada kenyataannya masih banyak jurnalis yang bekerja dalam situasi intimidasi dan ancaman,tetapi bagi Jokowi pemerintah berhutang kepada insan pers。 Dia mengisahkan ketika negara di kawasan Asia Tenggara mengalami krisis keuangan pada tahun 1997 lalu,kondisi perekonomian Indonesia saat itu减去15 persen dalam satu tahun。

“Masyarakat Indonesia bingung mengenai masa depan yang tidak menentu。 Tetapi,dari krisis itu lahirlah hal-hal yang membuat publik Indonesia kuat dan dinamis,“tutur mantan Gubernur DKI itu。

Tetapi perlahan-lahan,印度尼西亚mulai bangkit。 Jokowi mengklaim pertumbuhan Indonesia tumbuh sekitar 300 persen sejak dilanda krisis tahun 1997 lalu。

Sejak 20 tahun lalu,印度尼西亚sudah mengalami empat kali pergantian kepemimpinan。 Semua bisa dilalui secara damai dan tanpa konflik berarti。 Bahkan,menurut Jokowi,layanan global menyatakan Indonesia menjadi negara di antara masyarakat paling optimistis di dunia。

“Saya ingin mengatakan kepada Anda para insan pers nasional dan insan media internasional,kami tidak dapat melakukannya tanpa partisipasi Anda,”kata Jokowi。

Selain itu,媒体juga memainkan peranan yang penting untuk mendukung akuntabilitas satu pemerintahan。 Mereka ikut memerangi tindak korupsi dan membuat publik terhibur。

“安达,媒体,adalah sahabat kami yang telah membantu mendirikan demokrasi menjadi lebih dinamis,”katanya。

Kendati begitu,jurnalisme saat ini menghadapi tantangan yang paling besar yakni melawan berita palsu dan ujaran kebencian。 Tantangan itu tidak hanya dihadapi di Indonesia saja,tetapi juga di seluruh dunia。

“Banyak pengamat yang mengatakan bahwa dunia akan kiamat。 Tetapi,saya mengatakan kepada mereka bahwa Anda terlalu muda untuk mengingat,“tutur dia。

Jokowi mengatakan pemerintahannya akan membalikan pernyataan tersebut。 Bahkan,dia sudah pernah melakukannya dan terbukti bisa。

“Dan kami dapat melakukannya lagi,”kata dia sambil mengucapkan selamat bagi penerima Guillermo Cano World Press Prize tahun 2017,Dawit Isaak。

Panelis juri independen yang terdiri dari berbagai jurnalis internasional sepakat menjadikan jurnalis kelahiran Swedia-Eritrea itu sebagai pemenang karena keberanian dan komitmennya untuk menyampaikan ekspresinya。 Saat ini,Isaak sedang berada di penjara yang lokasinya berada di Eritrea tanpa melalui proses peradilan。

Dia ditahan diduga di Eritrea sejak tahun 2005 lalu karena menuntut adanya reformasi demokrasi di negara tersebut。

Ini merupakan makna sesungguhnya dari warisan Guillermo Cano dan pesan yang ingin kami sampaikan saat ini dengan memutuskan untuk menggarisbawahi karya Dawit Isaak,“ujar Direktur Jenderal UNESCO,Irina Bokova di Jakarta pada Rabu malam,3 Mei。 - Rappler.com