文章
  • 文章
扑克

Kerugian akibat kemacetan di Jabodetabek tembus Rp 100 triliun

2017年12月3日下午1:48发布
2017年12月3日下午1:48更新

Kemacetan di Tol Gatot Subroto,雅加达。 Foto oleh M. Agung Rajasa / Antara

Kemacetan di Tol Gatot Subroto,雅加达。 Foto oleh M. Agung Rajasa / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek(BPTJ)Bambang Prihartono mengatakan kerugian akibat kemacetan lalu lintas sepanjang 2017 di Jabodetabek mencapai Rp 100 triliun。 Sebanyak Rp 67,5 triliun di antaranya adalah kerugian yang dialami DKI Jakarta。

“Berbagai terobosan yang dipersiapkan tersebut,telah dan terus dikomunikasikan oleh BPTJ dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan kepala daerah di Bodetabek,”kata Bambang dalam sebuah diskusi di Jakarta,Minggu 3 Desember 2017。

Bambang mengatakan penyebab utama kemacetan ini adalah semakin dominannya kendaraan pribadi,baik mobil ataupun motor。 Sementara peran kendaraan umum masih sangat rendah。

“Saat ini penggunaan angkutan umum di Jakarta baru 19.8 persen dan di Bodetabek baru 20 persen,”katanya。

Untuk itu,Bambang melanjutkan,diperlukan program penanganan yang perlu segera diterapkan mengingat sejak tahun 2000 hingga 2010,data statistik jumlah kendaraan yang terdaftar mengalami peningkatan sebesar 4,6 kali。

Sementara itu,untuk pelaju dari wilayah Bodetabek menuju Jakarta ada sekitar 1,1 juta,dan ini terus meningkat 1,5 kali lipat sejak tahun 2002。

Untuk pergerakan lalu lintas harian di Jabodetabek,dia menyebutkan,yang semula pada 2003 sebesar 37,3 juta perjalanan / hari meningkat 58 persen atau mencapai 47,5 juta perjalanan / hari di tahun 2015。

Dari 47,5 juta perjalanan orang per hari tersebut,sekitar 23,42 juta merupakan pergerakan di dalam kota DKI,4,06 juta adalah pergerakan komuter dan 20,02 juta adalah pergerakan lainnya yang melintas DKI dan internal Bodetabek。

Perjalanan di Jabodetabek rata-rata didominasi oleh sepeda motor,pesebaran dari total pergerakan Jabodetabek di dominasi oleh sepeda motor yakni sebesar 75 persen,kendaraan pribadi sebesar 23 persen dan dua persen oleh kendaraan angkutan umum。

“Hal ini tentu berdampak pada perekonomian dan lingkungan,”katanya。

Beberapa terobosan telah dilakukan untuk memangkas kemacetan,seperti penerapan ganjil genap,pengaturan sepeda motor; 匝道计量器; 电子执法; pengaturan angkutan barang。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com